Apakah Pengganti Benediktus XVI Adalah Paus Terakhir ?
https://onani-crot.blogspot.com/2014/07/apakah-pengganti-benediktus-xvi-adalah.html
Ramalan Saint Malachy
Sebuah ramalan kuno menyatakan bahwa paus pengganti Benediktus XVI
adalah paus terakhir. Teori ini bisa dilacak kembali ke masa 900 tahun
lalu. Saat itu, di abad ke-12, Kardinal Irlandia, Malachy O’Morgair, mendapatkan sebuah penglihatan.
Legenda mengatakan Santo Malachy, begitu sang kardinal kemudian
disebut, mendapatkan penglihatan aneh saat dia berkunjung ke Roma. Di
Roma, Malachy melihat semua nama paus di masa depan, lengkap dengan ciri
khas mereka, yang akan memimpin Gereja Katolik hingga akhir zaman.
Ramalan Malachy menyebut Paus Benediktus XVI adalah paus ke-111 atau
paus sebelum yang terakhir. Penglihatan Malachy berakhir di paus ke-112.
Dalam buku Life of St Malachy karya St Bernard of Claivaux
disebutkan bahwa Malachy adalah seorang peramal terhormat yang bisa
memprediksi dengan tepat hari dan jam kematiannya sendiri.
Setidaknya, salah satu paus abad ke-20, Paus Pius X, sangat yakin bahwa
ramalan Malachy benar adanya. Setidaknya lagi, begitulah menurut
biografi Pius-X karya Rafael Merry del Val.
Namun ramalan ini memicu perdebatan di antara para ahli teologi dan tokoh agama. Mereka menyatakan tidak pernah ada manuskrip otentik terkait ramalan Malachy. Catatan Malachy secara tak terduga ditemukan pada 1590 di antara arsip Vatikan, ratusan tahun setelah Malachy menyampaikan ramalannya.
“Tak ada dasar sejarah apapun terkait daftar ramalan Malachy,” kata
pakar sejarah Kristen dari Universitas Roma, Roberto Rusconi.
“Satu-satunya bakat Malachy adalah membuat orang lain memercayai
prediksinya,” lanjut Roberto. Namun, para pakar lain mencoba
membandingkan daftar penglihatan Malachy dengan sejarah.
Paus pertama, menurut daftar itu, berasal dari sebuah instansi di Sungai
Tiber. Bagi yang memercayai ramalan ini, kalimat itu merujuk pada Paus Celestine II yang lahir di tepian Sungai Tiber.
Paus Benediktus, dalam daftar itu, digambarkan sebagai “kejayaan dari zaitun (olive)”, dan para penggemar teori hari kiamat merujuk ke gelar Benediktus karena pendiri Ordo Benediktine juga dikenal sebagai Olivetan.
Selain itu, dalam ramalan Malachy, paus terakhir digambarkan sebagai “dalam tekanan yang besar, takhta suci Gereja Katolik Roma akan diduduki Peter (Petrus) Si Orang Roma….”
Sementara itu, tak seorang pun kardinal dari Italia yang bergelar Petrus
atau Peter. Salah satu kandidat paus adalah Kardinal Peter Turkson dari
Ghana.
Tapi saat itu, berbagai ramalan Saint Malachy tentang pemilihan
Paus sejak tahun 1590 memang selalu akurat. Bahkan ramalan ini juga
berjalan sesuai dengan urutan yang diberikan oleh Saint Malachy.
Salah satu contohnya adalah pemilihan Paus Adrian IV yang
menjabat pada masa 1154-1159. Saat itu, sang Paus diramalkan akan
berasal dari sebuah kota bernama St. Albans. Kenyataannya, prediksi itu
tidak meleset sedikitpun.
Hingga pada saat ini ketika Paus ke-111, Paus Benediktus XVI, mengakhiri
jabatannya, maka akan dipilih satu Paus lagi untuk akhir zaman. Saint
Malachy menuliskan, bahwa kedatangan Paus ke 112 ini akan mengakhiri
dunia.!
Saint Malachy pernah menulis:
“Pada akhirnya di Gereja Suci Roma, akan ada Petrus dari Roma,
yang akan menggembalakan domba-dombanya di padang rumput kesengsaraan,
dan ketika hal ini berakhir, kota tujuh bukit akan hancur dan hakim
mengerikan akan menghakimi umat-Nya, selesai,” tulis Saint Malachy(Prophecy of the Popes) (info).
Meskipun ramalan tersebut belum bisa dipastikan apakah benar merupakan
tulisan Saint Malachy, namun nyatanya Nostradamus juga telah memberikan
ramalan yang serupa.
Ramalan Nostradamus
Jika ramalan Malachy belum cukup, ternyata peramal paling terkenal dalam
sejarah, Nostradamus, pada abad ke-16 juga mengeluarkan prediksi yang
tak jauh berbeda dengan Malachy.
Nostradamus dalam ramalannya mengatakan, paus sebelum yang terakhir akan“meninggalkan Roma pada Desember di saat sebuah komet terlihat di siang hari”.
Nostradamus dalam sajaknya, juga telah menuliskan:
“Paus terakhir ini akan meninggalkan Roma di bulan Desember ketika dua matahari terlihat di langit.”
Setelah beratus tahun berselang, ramalan Nostradamus ternyata tak jauh
meleset. Jika pernyataan Nostradamus ini dihubungkan dengan peristiwa
alam, maka akan nampak kebenarannya.
Seperti prediksi para ahli, bisa jadi “matahari kedua” yang dimaksud
Nostradamus adalah Komet ISON yang akan muncul pada 28 November tahun
ini. (baca: Wow!! Komet ISON C/2012S1 Begitu Terangnya, Siang Hari pun Tampak!)
Komet yang juga sering disebut “bintang jatuh”, bisa jadi merupakan satu
dari dua matahari yang dimaksud. Sedangkan matahari satunya lagi yang
biasa menyinari bumi. Komet ISON, dengan ekor sepanjang 40.000 mil,
terlihat beberapa bulan sebelum Paus Benediktus XVI memutuskan untuk
mengundurkan diri.
Ramalan itu semakin nyata dengan tanda alam yang sangat jelas. Beberapa
jam setelah Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya, petir
menyambar kubah Basilila Santo Petrus. Beberapa hari kemudian, meteorit
jatuh di Rusia.
Meskipun nyatanya ramalan kedua tokoh abad pertengahan ini sering
dinyatakan tepat, masih belum bisa dipastikan apakah prediksi mereka
juga akan berlaku pada kali ini.
Mungkin saja apa yang dimaksud oleh Saint Malachy dan Nostradamus
berbeda dengan yang di intepretasikan oleh orang kebanyakan, seperti
halnya ketika orang memprediksikan kiamat berdasarkan ramalan suku Maya.
Namun, di luar tembok Katedral Santo Paulus di Roma, terdapat barisan
lencana bertuliskan nama semua paus dan masa pemerintahannya. Legenda
mengatakan, jika semua lencana itu sudah penuh, maka dunia akan segera
menghadapi kiamat. Nah, dinding Katedral Santo Paulus ternyata masih
menyisakan banyak lencana kosong.
Dengan demikian, jika Anda percaya legenda ini, maka akhir zaman
tampaknya masih cukup jauh. Atau yang lebih membahayakan lagi adalah,
disinyalir kemungkinan info ini bersumber dari golongan illuminati yang
memang senang jika masyarakat dunia menjadi resah, apalagi jika isyu
kiamat, mirip kiamat ala Suku Maya di tahun 2012 lalu.
Saat ramalan kiamat 2012 lalu telah terbukti, ternyata banyak orang yang
mempercayainya, hingga tak sedikit pula yang mempersiapkan kiamat
tersebut mulai dari membuat bunker hingga membuat perahu dan kapal laut.
Disaat warga panik belanja dan mempersiapkan segalanya, para illuminati
dan kaum elite dunia justru tersenyum.
Mengingat rencana-rencana mereka ke depan yang akan membuat proyek Blue Beamdan juga Depopulasi Dunia yang bertujuan agar populasi dunia dapat berkurang drastis dan dapat mereka kontrol dengan berbagai cara. Waspadalah.
