Apakah Pengganti Benediktus XVI Adalah Paus Terakhir ?

Ramalan Saint Malachy

Sebuah ramalan kuno menyatakan bahwa paus pengganti Benediktus XVI adalah paus terakhir. Teori ini bisa dilacak kembali ke masa 900 tahun lalu. Saat itu, di abad ke-12, Kardinal Irlandia, Malachy O’Morgair, mendapatkan sebuah penglihatan.
Legenda mengatakan Santo Malachy, begitu sang kardinal kemudian disebut, mendapatkan penglihatan aneh saat dia berkunjung ke Roma. Di Roma, Malachy melihat semua nama paus di masa depan, lengkap dengan ciri khas mereka, yang akan memimpin Gereja Katolik hingga akhir zaman.
Ramalan Malachy menyebut Paus Benediktus XVI adalah paus ke-111 atau paus sebelum yang terakhir. Penglihatan Malachy berakhir di paus ke-112.
Dalam buku Life of St Malachy karya St Bernard of Claivaux disebutkan bahwa Malachy adalah seorang peramal terhormat yang bisa memprediksi dengan tepat hari dan jam kematiannya sendiri.
Setidaknya, salah satu paus abad ke-20, Paus Pius X, sangat yakin bahwa ramalan Malachy benar adanya. Setidaknya lagi, begitulah menurut biografi Pius-X karya Rafael Merry del Val.
nostradamus dan St Malachy
Namun ramalan ini memicu perdebatan di antara para ahli teologi dan tokoh agama. Mereka menyatakan tidak pernah ada manuskrip otentik terkait ramalan Malachy. Catatan Malachy secara tak terduga ditemukan pada 1590 di antara arsip Vatikan, ratusan tahun setelah Malachy menyampaikan ramalannya.
“Tak ada dasar sejarah apapun terkait daftar ramalan Malachy,” kata pakar sejarah Kristen dari Universitas Roma, Roberto Rusconi. “Satu-satunya bakat Malachy adalah membuat orang lain memercayai prediksinya,” lanjut Roberto. Namun, para pakar lain mencoba membandingkan daftar penglihatan Malachy dengan sejarah.
Paus pertama, menurut daftar itu, berasal dari sebuah instansi di Sungai Tiber. Bagi yang memercayai ramalan ini, kalimat itu merujuk pada Paus Celestine II yang lahir di tepian Sungai Tiber.
Paus Benediktus, dalam daftar itu, digambarkan sebagai “kejayaan dari zaitun (olive)”, dan para penggemar teori hari kiamat merujuk ke gelar Benediktus karena pendiri Ordo Benediktine juga dikenal sebagai Olivetan.
Selain itu, dalam ramalan Malachy, paus terakhir digambarkan sebagai “dalam tekanan yang besar, takhta suci Gereja Katolik Roma akan diduduki Peter (Petrus) Si Orang Roma….”
Sementara itu, tak seorang pun kardinal dari Italia yang bergelar Petrus atau Peter. Salah satu kandidat paus adalah Kardinal Peter Turkson dari Ghana.
Tapi saat itu, berbagai ramalan Saint Malachy tentang pemilihan Paus sejak tahun 1590 memang selalu akurat. Bahkan ramalan ini juga berjalan sesuai dengan urutan yang diberikan oleh Saint Malachy.
Salah satu contohnya adalah pemilihan Paus Adrian IV yang menjabat pada masa 1154-1159. Saat itu, sang Paus diramalkan akan berasal dari sebuah kota bernama St. Albans. Kenyataannya, prediksi itu tidak meleset sedikitpun.
Hingga pada saat ini ketika Paus ke-111, Paus Benediktus XVI, mengakhiri jabatannya, maka akan dipilih satu Paus lagi untuk akhir zaman. Saint Malachy menuliskan, bahwa kedatangan Paus ke 112 ini akan mengakhiri dunia.!
Saint Malachy pernah menulis:
“Pada akhirnya di Gereja Suci Roma, akan ada Petrus dari Roma, yang akan menggembalakan domba-dombanya di padang rumput kesengsaraan, dan ketika hal ini berakhir, kota tujuh bukit akan hancur dan hakim mengerikan akan menghakimi umat-Nya, selesai,” tulis Saint Malachy(Prophecy of the Popes) (info).
Meskipun ramalan tersebut belum bisa dipastikan apakah benar merupakan tulisan Saint Malachy, namun nyatanya Nostradamus juga telah memberikan ramalan yang serupa.

Ramalan Nostradamus

Jika ramalan Malachy belum cukup, ternyata peramal paling terkenal dalam sejarah, Nostradamus, pada abad ke-16 juga mengeluarkan prediksi yang tak jauh berbeda dengan Malachy.
Nostradamus dalam ramalannya mengatakan, paus sebelum yang terakhir akan“meninggalkan Roma pada Desember di saat sebuah komet terlihat di siang hari”.
Nostradamus dalam sajaknya, juga telah menuliskan:
“Paus terakhir ini akan meninggalkan Roma di bulan Desember ketika dua matahari terlihat di langit.”
Setelah beratus tahun berselang, ramalan Nostradamus ternyata tak jauh meleset. Jika pernyataan Nostradamus ini dihubungkan dengan peristiwa alam, maka akan nampak kebenarannya.
buku-tentang-nostradamus
Seperti prediksi para ahli, bisa jadi “matahari kedua” yang dimaksud Nostradamus adalah Komet ISON yang akan muncul pada 28 November tahun ini. (baca: Wow!! Komet ISON C/2012S1 Begitu Terangnya, Siang Hari pun Tampak!)
Komet yang juga sering disebut “bintang jatuh”, bisa jadi merupakan satu dari dua matahari yang dimaksud. Sedangkan matahari satunya lagi yang biasa menyinari bumi. Komet ISON, dengan ekor sepanjang 40.000 mil, terlihat beberapa bulan sebelum Paus Benediktus XVI memutuskan untuk mengundurkan diri.
Ramalan itu semakin nyata dengan tanda alam yang sangat jelas. Beberapa jam setelah Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya, petir menyambar kubah Basilila Santo Petrus. Beberapa hari kemudian, meteorit jatuh di Rusia.
komet comet ISON-18th-Dec-5pm
Meskipun nyatanya ramalan kedua tokoh abad pertengahan ini sering dinyatakan tepat, masih belum bisa dipastikan apakah prediksi mereka juga akan berlaku pada kali ini.
Mungkin saja apa yang dimaksud oleh Saint Malachy dan Nostradamus berbeda dengan yang di intepretasikan oleh orang kebanyakan, seperti halnya ketika orang memprediksikan kiamat berdasarkan ramalan suku Maya.
Namun, di luar tembok Katedral Santo Paulus di Roma, terdapat barisan lencana bertuliskan nama semua paus dan masa pemerintahannya. Legenda mengatakan, jika semua lencana itu sudah penuh, maka dunia akan segera menghadapi kiamat. Nah, dinding Katedral Santo Paulus ternyata masih menyisakan banyak lencana kosong.
Dengan demikian, jika Anda percaya legenda ini, maka akhir zaman tampaknya masih cukup jauh. Atau yang lebih membahayakan lagi adalah, disinyalir kemungkinan info ini bersumber dari golongan illuminati yang memang senang jika masyarakat dunia menjadi resah, apalagi jika isyu kiamat, mirip kiamat ala Suku Maya di tahun 2012 lalu.
Saat ramalan kiamat 2012 lalu telah terbukti, ternyata banyak orang yang mempercayainya, hingga tak sedikit pula yang mempersiapkan kiamat tersebut mulai dari membuat bunker hingga membuat perahu dan kapal laut. Disaat warga panik belanja dan mempersiapkan segalanya, para illuminati dan kaum elite dunia justru tersenyum.
Mengingat rencana-rencana mereka ke depan yang akan membuat proyek Blue Beamdan juga Depopulasi Dunia yang bertujuan agar populasi dunia dapat berkurang drastis dan dapat mereka kontrol dengan berbagai cara. Waspadalah.

Related

supranatural 6256240058190560332

Follow Us

Connect Us

Side Ads

Text Widget

Info Pasang Iklan
KlikDisini !

Recent

Comments

Flag Counter

Social Community

item