Mustika Dari Alam Gaib
https://onani-crot.blogspot.com/2014/07/mustika-dari-alam-gaib.html
Mustika adalah
benda-benda yang sarat dengan muatan gaib, karena itu secara alami
benda-benda mustika lebih banyak berada di alam gaib daripada di alam
nyata manusia. Kegaiban itulah yang menjadikannya sebuah mustika, yang
berbeda dengan benda-benda serupa di dunia manusia. Walaupun benda-benda
mustika ini ada yang ditemukan di alam nyata, tetapi lebih banyak lagi
yang ada di alam gaib. Menurut pengetahuan Penulis, benda mustika yang
terbaik kegaibannya adalah yang diperoleh dari alam gaib.
Mustika dari
alam gaib ini lebih banyak yang diperoleh dari hasil penarikan gaib.
Tetapi ada juga mustika dari alam gaib ini yang diperoleh tanpa
disengaja, misalnya ada mustika yang datang sendiri atau menampakkan
diri kepada seseorang untuk diambilnya, karena merasa cocok atau sudah
waktunya benda itu mengikut kepada seseorang.
Banyak
mustika, apapun jenisnya, bila dicari dengan sengaja biasanya tidak
akan ditemukan. Tetapi kadangkala ada orang yang beruntung, karena
menemukannya dengan tidak sengaja. Misalnya, ada orang yang beruntung
tanpa sengaja menemukan sebuah mustika wesi kuning menggantung di pohon
jati, menggantung di pohon pisang, ada juga yang di pohon seri. Semula
mereka mengiranya sebagai kepompong biasa. Tetapi setelah dipegang,
kepompong itu keras, tidak lembek. Kemudian kepompong itu diambil dan
dibawanya pulang. Beberapa kejadian ajaib pun dialaminya setelah
mendapatkan kepompong itu.
Mustika wesi kuning yang ditemukan dengan
posisi menggantung di atas, kira-kira 2 meter di atas tanah, biasanya
bisa untuk jimat kekebalan, kegaibannya lebih baik daripada yang
ditemukan di tanah atau yang posisinya di bawah, yang biasanya tidak
bisa untuk jimat kekebalan. Ada juga sebuah sumur yang airnya berwarna
merah, yang ternyata di dalam sumur tersebut terdapat sebuah mustika
merah delima yang sudah mewujud di dunia manusia.
Mustika
merah delima dan wesi kuning yang banyak dicari orang. Mustika-mustika
itu sangat banyak jumlahnya dan tersebar di banyak tempat. Ada yang
sendiri-sendiri, tetapi banyak juga yang tinggal mengelompok. Kebanyakan
mereka berada di lingkungan permukiman manusia, jarang sekali ada di
hutan yang jarang dikunjungi manusia. Bahkan banyak yang posisinya
berada di bawah bangunan rumah manusia (setengah meter di bawah tanah),
sehingga rumah tersebut menjadi terkesan teduh dan wingit. Mustika wesi
kuning sering sekali ditemukan berada di dalam kelompok mustika merah
delima. Penulis tidak mengetahui penyebabnya mengapa bisa begitu.
Mungkin ada keterkaitan sifat antara khodam wesi kuning dengan khodam
mustika merah delima sehingga di alam gaibnya mereka tinggal bersama
dalam satu kelompok.
Mustika
wesi kuning dan mustika merah delima akan memancarkan suasana alam yang
teduh dan wingit. Mereka sendiri juga menyukai suasana yang teduh. Bila
tempat keberadaannya yang semula teduh kemudian berubah menjadi panas
dan gersang pun biasanya mereka akan berpindah tempat, mencari tempat
lain yang teduh. Pancaran keteduhan itu akan semakin terasa bila disitu
berdiam sekelompok mustika. Tetapi masing-masing benda gaib itu dijaga
oleh sesosok mahluk halus, biasanya bangsa jin, yang menjadikan
mustika-mustika tersebut sebagai jimatnya.
Beberapa
jenis batu mustika dari alam gaib, selain batu mustika merah delima,
yang bila bendanya dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah
warna.
Misalnya batu mustika safir biru yang bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah warna menjadi biru. Kegunaannya untuk pengasihan, menyelaraskan aura tubuh supaya menjadi positif dan untuk pengobatan sakit ringan.
Misalnya batu mustika safir biru yang bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan berubah warna menjadi biru. Kegunaannya untuk pengasihan, menyelaraskan aura tubuh supaya menjadi positif dan untuk pengobatan sakit ringan.
Ada juga batu yang bila dicelupkan ke dalam air, maka airnya akan
berubah menjadi berlapis 2 warna, 3 warna, atau 5 warna (panca warna).
Ada batu berlian mustika yang bila terkena sinar matahari / lampu akan
memantulkan warni-warni cahaya yang indah dan mencolok mata, lebih
daripada batu berlian biasa, apalagi bila dicelupkan ke dalam air, maka
airnya akan memancarkan cahaya warna-warni yang indah, indah sekali
dipandang mata. Kegunaannya untuk menaikkan kharisma dan membersihkan
pancaran aura tubuh dan wajah. Hasilnya akan luar biasa sekali bila
mustika berlian ini dijadikan susuk di wajah.
Ada juga mustika berupa emas (kebanyakan berbentuk bola-bola kecil atau
lonjong seperti telur ayam dan telur angsa) yang bila berhasil sempurna
ditarik ke alam manusia, emas itu akan memancarkan cahaya berwarna
kuning yang indah dipandang mata, berbeda dengan emas-emas lain yang
cahayanya kuning biasa saja.
Pusaka-pusaka
di alam gaib kota Jakarta dan Jawa Barat banyak yang menampilkan kesan
berwibawa dan angker. Biasanya adalah peninggalan orang-orang jaman
kerajaan Cirebon dulu. Sedangkan yang memiliki hiasan-hiasan mewah,
bertatahkan emas dan intan, dan berkesaktian tinggi, kebanyakan asalnya
adalah pusaka dari Jawa Timur yang dipindahkan sampai ke Jakarta dan
sekitarnya oleh gaib-gaib penjaganya.
Mustika
dari alam gaib, yang didapat dari hasil penarikan gaib, akan benar
menjadi mustika dengan syarat hasil penarikannya sempurna (kalau tidak
sempurna maka kegaibannya sulit untuk dapat ditunjukkan). Biasanya
proses penarikan dari alam gaib dilakukan dalam 2 tahapan. Tahap pertama
adalah menarik dan menghadirkan benda gaibnya ke alam nyata. Tahap ke 2
adalah proses menyempurnakan kegaiban benda gaib tersebut supaya
‘mapan’ di tempatnya dan berfungsi dengan semestinya.
Cara yang umum dilakukan orang dalam
proses penarikan gaib adalah dengan menggunakan jasa khodam gaib
tertentu (khodam ilmu) untuk menghadirkan benda gaibnya ke dunia
manusia. Dengan cara ini biasanya akan terjadi “pemaksaan”, yaitu dengan
kekuatan gaibnya yang lebih besar khodam tersebut merebut bendanya dari
mahluk halus penjaganya, kemudian memaksa benda gaibnya untuk mewujud
di dunia manusia. Yang sering terjadi kemudian, walaupun bendanya
berhasil mewujud, tetapi tidak dengan kegaibannya, sehingga terpaksa
harus disempurnakan lagi kegaibannya. Itu juga kalau si manusia
penariknya mampu menyempurnakan kegaibannya.
