Obesitas Sangat Mempengaruhi Kehidupan Seksual

Kehidupan cinta sedikit banyak dipengaruhi oleh fisik seseorang. Termasuk di Amerika, tak jarang mereka mengalami akhir kehidupan cinta yang dramatis hanya karena masalah berat badan. Mengingat 69% orang Amerika menghadapi masalah kelebihan berat badan.

Data Center of Disease Control and Prevention menunjukkan hampir 35,1% orang Amerika mengalami obesitas dan tentu saja hal ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan cinta penyandang obesitas.

Sarah Varney, seorang penulis yang mempublikasikan bukunya berjudul 'XL Love: How Obesity Crisis Is Complicating America's Love Life' mencoba melihat bagaimana kegemukan memengaruhi manusia di luar uji statistik secara umum. Buku ini berkaitan pula dengan emosi dan keintiman para pasien obesitas.

"Masalah obesitas memang tidak akan berubah dalam waktu dekat. Akan tetapi saya lebih berkonsentrasi bagaimana obesitas ini memengaruhi kehidupan manusia," kata Varney.

Selama 2, 5 tahun penelitian, Varney menemukan bahwa obesitas dapat berdampak buruk pada hubungan seksual. Dari mulai masalah hambatan secara fisik hingga hubungan intim yang akhirnya berpengaruh terhadap perubahan berat badan.

Obesitas bisa mengubah kehidupan seksual, kencan, hingga pernikahan. Masalah berat badan seperti dua sisi mata uang, dapat membangun atau menghancurkan hubungan. Bahkan ketika orang sudah mendapatkan stigma adanya bintang-bintang film porno dengan berat badan berlebih namun mereka tetap seksi. Masalah berat badan juga turut memunculkan kehidupan cinta yang dramatis bagi para penyandangnya.

Dalam bukunya, Varney turut mencari tahu 'mekanisme buruk' yang terjadi dari otak ke badan. Ia menemukan, timbunan lemak di perut pria dapat menurunkan produksi testosteron dan berpotensi menyebabkan masalah seksual. Namun, kehidupan cinta seharusnya tidak sesempit itu.

"Adanya stigma bahwa kegemukan merupakan masalah dalam hubungan merupakan citra yang salah. Ada banyak sekali orang-orang gemuk yang baik hati dan dapat membuat Anda jatuh cinta lebih dari mereka yang bertubuh normal," katanya, dikutip dari CNN.

"Perlu dicatat mengalami orgasme tidak ada hubungannya dengan ukuran celana. Hubungan seks yang menyenangkan tidak diukur dari banyaknya lemak di tubuh," tutup Varney yang kini juga bekerja di sebuah media informasi kesehatan Amerika.

Related

Wanita & Keluarga 8745574412123261628

Follow Us

Connect Us

Side Ads

Text Widget

Info Pasang Iklan
KlikDisini !

Recent

Comments

Flag Counter

Social Community

item