Sumur Ajaib di Masjid Raya Pekanbaru

Masjid Raya Pekanbaru peninggalan Sultan Siak ke IV tidak hanya sebagai masjid tertua di Pekanbaru. Masjid ini banyak juga meninggallan keunikan yakni sebuah sumur tua yang tidak pernah kering di saat musim kemarau.

Sejak kehadiran Masjid Raya yang dibangun abad ke-18 silam, sebuah sumur tua berada di sebelah sisi utara masjid. Sumur tua kondisinya kini ditembok tinggi. Namun kini sebagian sisi bangunan bangunan dirubuhkan karena masjid tersebut akan direnovasi. Kendati masjid ini akan diperluas, tapi kondisi sumur tua tetap pada posisinya.

Masjid tua ini dulunya di zaman kesultanan Siak tidak dipagar. Sumur ini sebagai tempat berwudhu jemaah masjid. Ada yang unik dalam sumur tua ini. Kontur tanah komplek Masjid Raya ini berbukit-bukit yang jaraknya sekitar 100 meter dari bibir sungai Siak.

Dengan tanah yang berbukit, sumur ini hanya memiliki kedalaman 6 meter dengan diameter sekitar 1 meter. Secara logika dengan kondisi stuktur tanah yang berbukit tidak memungkinkankan sumur itu bisa memiliki mata air.

Tapi rupanya Allah SWT memberikan keistimewaan tersendiri bagi sumur tua di kompleks Masjid Raya itu. Sejak dulu hingga kini, air di sumur tua tidak pernah kering walau saat musim kemarau. Airnya juga tidak payau walau tidak jauh dari komplek itu ada Sungai Siak yang terdalam di Indonesia.

"Rasanya airnya tidak payau. Airnya tetap bening dan tidak pernah kering sejak zaman Kesultanan," Ahmad Husin tokoh agama di sekitar komplek Masjid Raya tersebut.

Karena keunikannya ini pula, sebagian masyarakat di Riau maupun luar Riau menyakini air sumur itu bisa membawa berkah tersendiri. Masyarakat yakin dengan mandi atau meminum air sumur tua itu bisa menghilangkan segala bentuk penyakit.

Keyakinan itulah, sumur tua ini menjadi incaran warga. Dulu warga dari berbagai daerah selalu mandi di sumur tua itu. Malah warga di sekitar masjid juga memandikan anak-anak mereka di sumur tua itu. Namun karena sumur tua ini terus menerus menjadi incaran warga, lantas pengurus masjid memagarinya.

Sehingga air sumur tua itu sampai kini mengalir tempat wuduk di masjid tersebut. Walau saban hari airnya terus menerus disedot, tapi atas kebesaran Tuhan, sumur tua ini tidak pernah kering.

Keajaiban atas sumur tua ini, juga dapat dibuktikan warga sekitar. Misalnya saja, sisi utara komplek masjid berbatasan dengan sejumlah rumah toko (ruko). Ruko yang berjejer ini sudah bolak balik mencoba membuat sumur bor. Malah salah satu ruko pernah mengebor sumur sampai kedalaman lebih dari 150 m. Namun tidak satu tetes pun air terpancar di sumur bor itu. Padahal jarak ruko itu dengan sumur tua hanya beberapa meter saja.

"Ini keunikan tersendiri untuk sumur tua. Tidak satupun sumur bor berhasil mengeluarkan air di sekitar masjid ini walau sudah digali sampai ratusan meter. Hanya sumur tua ini saja dengan galian hanya 6 meter bisa memancarkan air yang tidak pernah kering. Allah Maha Besar," kata Husni Thamrin salah satu pengurus masjid tersebut.

Related

telusur 4515942268914929195

Follow Us

Connect Us

Side Ads

Text Widget

Info Pasang Iklan
KlikDisini !

Recent

Comments

Flag Counter

Social Community

item