Bekal Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Enterpreneur
https://onani-crot.blogspot.com/2014/08/bekal-yang-harus-dimiliki-untuk-menjadi.html
Nah, supaya mahasiswa enggak bingung, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pun memberikan pelatihan khusus bagi calon wisudawan yang akan dilepas kampus ke dunia nyata. Tujuannya, agar mereka memiliki bekal yang cukup dalam mengarungi dunia kerja yang sesungguhnya.
Kali ini 120 calon wisudawan dari FE UNY menjadi peserta Pelatihan Pengembangan Diri dan Kiat Menembus Dunia Kerja Periode II 2014. Ahli psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Noor Siti Rahmani, M.Sc. mengingatkan pentingnya etika dalam mencari kerja.
Menurut Noor, nilai-nilai yang dianut seseorang akan memengaruhi etika kerjanya. Dari segi organisasi, nilai-nilai yang dianut para pendiri, pemilik, atau pimpinan juga akan memengaruhi nilai organisasi tersebut secara keseluruhan.
"Oleh karena itu, penting untuk memahami nilai organisasi bahkan sebelum wawancara," kata Noor, seperti dinukil dari laman UNY.
Sementara itu, mereka yang ingin menjadi wirausahawan alias entrepreneur juga harus memiliki bekal. Noor menyebut, seseorang yang ingin terjun ke dunia entrepreneurship harus memiliki sikap penuh kepercayaan diri, task-result oriented (berorientasi hasil), risk taker (pengambil risiko), people oriented (berorientasi pada kepuasan orang), originality (keaslian/keunikan) dan future oriented (berorientasi pada masa depan).
"Orang yang ingin berwirausaha harus berpandangan ke depan, proaktif, antisipatif, dan mau untuk terus belajar, tidak cepat puas pada yang sudah didapatkan," papar pengajar di Fakultas Psikologi UGM ini.
Sementara itu, Wakil Dekan III FE UNY Siswanto, M.Pd. mengimbuhkan, seorang entrepreneur harus jeli membaca peluang. Bahkan, kesibukan sehari-hari juga bisa dijadikan peluang.
Misalnya, para karyawan yang sibuk bekerja biasanya tidak sempat mencari makan. Nah, entrepreneur bisa melayani mereka dengan jasa delivery service makan siang. Atau, wanita bekerja tidak sempat mencuci karena sibuk di kantor bisa dijangkau dengan usaha laundry.
"Hal seperti ini harusnya lebih bisa ditangkap pendatang baru dalam dunia usaha," ujar Siswanto
