Tinggalkan Karir Demi Kain Budaya Nusantara
https://onani-crot.blogspot.com/2014/08/tinggalkan-karir-demi-kain-budaya.html
"Sebenernya kalau ditanya inspirasi itu pertama keluarga, selain keluarga ya karena saya cinta kain Indonesia, tenun, ikat, songket, batik, saya koleksi semuanya, saya pikir kalau disimpan lama-lama rusak, akhirnya saya pengen bikin trand fashion yang bisa untuk semua umur," paparnya.
Impiannya menjadi Fulltime Mother juga menjadi salah satu pendorongnya menjadi pebisnis. Sebelumnya Ella bekerja di salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia, bahkan saat itu posisinya sudah pada level manager.
Ella menyadari bahwa karier dan keluarga adalah sesuatu yang tidak dapat dipilih, keduanya harus berada dalam satu pijakan yang berbeda, namun harus seimbang. "Keinginan saya itu ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan kedua anak saya. Impian saya menjadi full time mother tapi tidak minta uang ke suami," ucapnya.
Berangkat dari impiannya itulah Ella berpikir apa yang bisa dia lakukan dan akhirnya lahirlah PRibuMI.
Selain itu, Ella ingin mengubah mindset orang yang menganggap kalau kain tradisional hanya untuk orangtua. "Saya ingin membuat sesuatu yang cantik dan cocok untuk semua umur, semua kalangan dan ingin membuat orang-orang bangga ketika memakai kain Indonesia," ucapnya.
Labelnya menjual berbagai pilihan desain tas dan sepatu yang bergaya modern dengan bahan kulit dan kain khas Indonesia. Dia memilih kain Indonesia karena menurutnya lembaran kain tradisional nusantara tidak hanya cantik, tetapi di alamnya terdapat nilai-nilai kearifan yang patut dijunjung tinggi.
Label PRibuMI berdiri sejak bulan April 2011 dan akhirnya pada Januari 2012 Ella resmi mengundurkan diri dari perusahaan dan fokus sebagai entepreneur.
Saat ini dia memiliki penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan ketika dia menjadi karyawan. "Bukan dilihat dari uang saja tapi yang jelas aku jadi punya waktu yang lebih bebas ya, kebebasan dalam finansial, dalam segi waktu. Waktu itu malah yang enggak bisa dibeli dengan uang. Soal modal, enggak besar kok, tapi aku lupa angka pastinya, keuntungannya udah berlipat-lipat kali ya," katanya.
Mengenai promosi, Ella menjelaskan kalau tahap promosi kegiatan dengan berjalan sendirinya. "Kita awalnya online kemudian saya dan suami saya mendirikan Kampung PRibuMI di Pondok Cabe. Di sana ada workshop, warung (cafe yang menjual makanan dengan harga murah), dan galeri, pomosinya dari mulut ke mulut saja," imbuhnya.
Baginya menjadi pebisnis fashion memiliki tantangan tersendiri. "Kita harus terus berinovasi, karen akan fashion jalan terus dan kita harus bisa jalin kerjasama dengan pengrajin," terangnya.
Ella juga memberikan tips bagi pebisnis muda yang masih takut untuk keluar dari zona amannya. Menurutnya, hal terpenting adalah impian yang kuat. Karena dengan impian bisa membuat orang nekat. Selanjutnya, tidak mudah patah semangat. “Yang namanya usaha pasti akan ada jatuh bangun lagi, jangan patah semangat harus coba lagi, coba lagi, sampai tujuan dan impian awal irtu benar-benar terwujud," pungkasnya.
Atas kreasi yang diberikan Ella V Brizadly, dia meraih penghargaan sebagai runner up Sukma Award 2013 dan Juara III parade 135 Kebaya Nusantara.
